"Tahun 2014 merupakan tahun transaksi ekonomi dan politik. Kami tetap menjaga likuiditas dan kualitas aset, serta terus memberikan layanan terbaik bagi nasabah," ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja di Jakarta, Kamis (5/3).
Dia menjelaskan perolehan laba tersebut antara lain berasal dari peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 21,2 persen menjadi Rp 32 triliun. Selain itu, pendapatan operasional lainnya juga meningkat 13,5 persen menjadi Rp 9 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski melambat, ternyata perolehan laba BCA tersebut tidak terlampau jauh dari prediksi konsensus para analis. Seorang analis yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan kepada CNN bahwa konsensus memprediksi BCA bakal meraih laba sebesar Rp 16,6 triliun.
Sementara dana pihak ketiga BCA mampu tumbuh 9,4 persen atau Rp 38,4 triliun, menjadi Rp 447,9 triliun. Lebih lanjut, rasio dana pihak ketiga terhadap kredit (LDR) tercatat pada level sebesar 76,8 persen. Rasio tersebut masih dibawah batas minimum Bank Indonesia sebesar 78 persen, maka BCA masih terkena penalti.
(ags/ded)