"Kita akan resmikan pabrik baru yang sudah dibangun sejak November 2012 dan selesai Januari 2014. Sebenarnya pabrik sendiri sudah operasikan pabrik ini sejak bulan Februari kemarin," ujar Direktur PT Denso Indonesia, A. Hartoyo ketika ditemui di Kementerian Perindustrian, Jumat (6/3).
Hartoyo menerangkan, pabrik yang memiliki luas 20 hektar itu sedianya dioperasikan untuk memproduksi 10 macam komponen otomotif meliputi busi, alternator, starter, engine control unit, dan speed control. Ia mengungkapkan selain memenuhi kebutuhan domestik, produk-produk dari pabrik ini nantinya juga akan diekspor untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri. Dimana kawasan yang disasar untuk kegiatan ekspor komponen meliputi Eropa, Asia, dan beberapa kawasan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut keterangan Hartoyo, pabrik ketiga Denso Indonesia diklaim mampu produksi busi sampai tujuh ribu unit. Untuk memaksimalkan kapasitas produksi, manejemen pun masih terus melakukan revitalitasi dan penyempurnaan pabrik secara bertahap hingga tiga tahun mendatang. Diharapkan, pabrik yang menelan dana investasi mencapai Rp 1,4 triliun bisa rampung pada 2018.
"Diharapkan investasi ini semua terserap di tahun 2018. Karena hingga 2016 pabrik ini baru menyerap investasi sekitar Rp 500 - 600 miliar atau sekitar 35,71 sampai 42,86 persen dari total nilainya," pungkas Hartoyo.
(dim/ags)