Seperti diberitakan The Telegraph, survey Bloomberg merilis 15 negara yang paling menyengsarakan di dunia untuk hidup dan bekerja. Indikatornya antara lain meningkatnya pengangguran dan melonjaknya inflasi.
Lima negara dengan indeks kesengsaraan paling tinggi versi Bloomberg adalah Venezuela, Argentina, Afrika Selatan, Ukraina dan Yunani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan untuk mengatasi krisis bahan-bahan pokok, Venezuela pada pekan lalu meminta bantuan dari negara-negara tetangganya, seperti Trinidad dan Tobago untuk menukar kertas tisu dengan minyak. Di negara pemilik cadangan minyak terbesar di dunia itu, warga harus antri di luar supermarket selama berjam-jam hanya untuk mendapatkan deterjen pakaian, kertas toilet atau minyak goreng.
Nomor dua dalam peringkat penderitaan adalah Argentina, yang mengalami kontraksi ekonomi 1,5 persen pada tahun lalu. Menurut ekonom yang disurvei Bloomberg, ekonomi Argentina pada tahun ini masih akan negatif 1,4 persen, sebelum tumbuh 2,6 persen pada tahun depan.
Pada urutan ketiga, Afrika Selatan masih berjuang untuk pulih dari resesi yang melanda negara itu pada tahun 2009. Afrika baru-baru ini menurunkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi 2015, dari 2,5 persen menjadi 2 persen. Sejalan dengan itu, pemadaman listrik yang sering terjadi setiap hari diperkirakan akan terus berlanjut selama tiga tahun ke depan.
Ukraina dan Rusia, yang tengah didera perang bersaudara, juga masuk dalam daftar negara menyengsarakan, masing-masing berada diurutan keempat dan ketujuh. Konflik bersenjata yang berkepanjangan dinilai sebagai penyebab meningkatnya inflasi dan angka pengangguran.
Berikut daftar 15 negara paling menyengsarakan di dunia:
- Venezuela
- Argentina
- Afrika Selatan
- Ukraina
- Yunani
- Spanyol
- Rusia
- Kroasia
- Turki
- Portugal
- Itali
- Colombia
- Brazil
- Slovakia
- Indonesia