Head of Research PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan adanya rilis beberapa data AS seperti kenaikan government payrolls dan non-farm payrolls hingga turunnya unemployment rate membuat spekulasi akan kenaikan Fed rate kembali muncul.
“Akibatnya tentu saja bisa dipastikan dimana sejumlah mata uang terlibas dengan kenaikan dolar AS karena sentimen tersebut,” ujarnya seperti dikutip dari riset, Senin (9/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Harapan akan kenaikan lanjutan tertahan dengan kembali munculnya sentimen dari The Fed. Untuk sementara laju Rupiah akan cenderung terkena imbas pelemahan karena sentimen tersebut.
Sebelumnya, Analis Pefindo Guntur Tri Hariyanto mengatakan hal itu terjadi karena perkembangan data ketenagakerjaan AS memang terus menunjukkan tren yang menguat. Pada bulan Februari lalu, terjadi penambahan jumlah pekerjaan berdasarkan data non-farm payroll sebesar 295.000 pekerjaan.
“Angka ini berada di atas ekspektasi para analis dan menggenapkan jumlah penambahan pekerjaan di atas 200.000 per bulan dalam dua belas bulan terakhir,” jelasnya saat dihubungi wartawan, Senin (9/3).
(ags)