Head of Research PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan meski laju yuan sempat menguat terhadap dolar AS, tetapi tidak banyak berimbas pada laju Rupiah yang masih melanjutkan pelemahannya.
“Penguatan yuan didukung oleh kenaikan laju inflasi Tiongkok. Begitupun dengan yen yang juga sempat menguat seiring rilis kenaikan pertumbuhan permintaan mesin,” ujarnya seperti dikutip dari riset, Selasa (10/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Laju rupiah berada di bawah target level support 13.055. Belum adanya sentimen positif bagi rupiah membuat lajunya masih dalam tren pelemahan. Namun demikian, kami harapkan pelemahan tersebut dapat lebih terbatas,” jelas Reza.
Sebelumnya, perusahaan finansial asal Swiss, Credit Suisse menilai pelemahan ini bakal memperbaiki neraca transaksi berjalan Indonesia dalam jangka menengah. Selain itu, Credit Suisse juga menilai selama 12-18 bulan ke depan, rupiah akan berbalik menguat bersama dengan membaiknya perekonomian Indonesia.
Ekonom Credit Suisse, Santitarn Satirathai mengatakan saat ini Bank Indonesia mungkin membiarkan rupiah untuk secara bertahap tergelincir terhadap dolar AS karena volatilitas yang dinilai masih rendah.
“Selain itu mata uang yang lemah diharapkan secara bertahap memperkuat posisi neraca Indonesia dalam jangka menengah,” jelasnya. (gen)