"Yang sudah sepakat bangun PLTU itu ada PT Indo Tambang Megah, PT Pesona Khatulistiwa Nusantara, PT Adaro Energy Tbk, PT Delma Mining, PT Insani Bara Perkasa dan PT Gunung Bayan," kata Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Sujatmiko di Jakarta, Rabu (11/3).
Dia menerangkan, rencana perusahaan-perusahaan tambang untuk mengembangkan PLTU tidak lain untuk mengoptimalkan pemanfaatan batubara yang diproduksinya di tengah masih lemahnya harga dunia. Perusahaan tambang berharap bisa menerima nilai tambah dengan menjual daya listrik yang dihasilkan pembangkit kepada PT PLN (Persero), ketimbang menjual batubara tersebut dalam bentuk mentah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara menurutnya juga tengah mengumpulkan data-data terkait cadangan berikut kualifikasi batubara dari seluruh wilayah kerja pertambangan yang ada di Indonesia. Sujatmiko mengungkapkan, nantinya data tersebut akan digunakan PLN untuk menjadi patokan dalam membangun PLTU.
"Ini berkaitan dengan jenis boiler pembangkit yang akan dipakai karena saat ini mereka sedang mendesain boiler. Kami juga mendorong agar perusahaan tambang juga tertarik bangun transmisi agar bisa meringankan beban PLN dalam penyediaan listrik di Indonesia," pungkas Sujatmiko. (gen)