"Salah satu alasannya karena itu," ujar Direktur Pengusahaan Hulu Minyak dan Gas Bumi, Naryanto Wagimin di Jakarta, Rabu (11/3).
Kelima perusahaan asing tersebut meliputi Hess Corporation, Murphy Oil, Anadarko, Talisman Energy, dan Marathon Oil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Eksekutif Indonesia Petroleum Association (IPA) Dipnala Tanzil mengatakan alasan kuat yang mengakibatkan sejumlah KKKS hengkang dari Indonesia lebih dikarenakan kegagalan perusahaan dalam menemukan cadangan. Selain itu, alasan kuat kedua yang menjadikan mereka hengkang dikarenakan habisnya masa kontrak pengelolaan blok migas yang diberikan pemerintah.
Berdasarkan catatan CNN Indonesia, niatan Hess Corporation untuk hengkang dari Indonesia tak lepas dari gagalnya manajemen dalam menemukan cadangan minyak di Blok Semai bersama Murphy Oil.
Tak jauh berbeda dengan Hess, Marathon Oil juga dikabarkan tak berhasil memperoleh cadangan di Blok Pasang Kayu, Sulawesi Selatan sampai kontrak pengelolaannya habis.
Sementara hengkangnya Talisman Energy dari Indonesia disinyalir lantaran saham perusahaan induk dilego ke perusahaan migas asal Spanyol yakni Repsol SA. (ags)