Reza Priyambada, Head of Research PT NH Korindo Securities Indonesia, mengatakan meski rupiah terlihat bergerak menguat terhadap yen, euro, dan poundsterling, tetapi terhadap dolar AS trennya melamah.
“Apalagi pelaku pasar terlihat khawatir dengan tren turunnya rupiah sehingga lebih memilih mentransaksikan dolar AS. Di sisi lain, masih cenderungnya penurunan laju ketiga mata uang tersebut terkait sentimen internalnya justru membuat laju dolar AS berkesempatan melaju naik,” ujarnya seperti dikutip dari riset, Kamis (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Laju rupiah berada di bawah target level support 13.063. Belum adanya sentimen positif bagi rupiah membuat lajunya masih dalam tren pelemahan. Namun demikian, kami harapkan pelemahan tersebut dapat lebih terbatas,” jelasnya.
Berdasarkan kurs tengah BI, rupiah ditransaksikan melemah 0,80 persen terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (11/3). Rupiah ditutup pada level Rp 13.164 per dolar AS, turun 105 poin dari posisi hari sebelumnya Rp 13.059 per dolar AS. (ags)