"Faktanya bahwa untuk sektor budidaya ikan, 70 persen dari pakan yang dipakai masih impor," ujar Susi di kantornya Rabu (11/3).
Kebijakan ini diupayakan Susi dengan mencanangkan Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari). Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menganggarkan Rp 150 miliar untuk menyukseskan program tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan menekan biaya pakan maka keuntungan yang diperoleh pembudidaya akan lebih tinggi dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pembudidaya," kata Slamet kepada CNN Indonesia Kamis (12/3).
Slamet menambahkan komoditas air tawar merupakan komoditas yang mendukung ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Peningkatan produksi perikanan budidaya, khususnya untuk komoditas air tawar, akan diikuti dengan peningkatan kebutuhan pakan.
Slamet Soebjakto menyatakan target produksi perikanan budidaya pada tahun ini mencapai 16,9 juta ton. Untuk itu, dibutuhkan pasokan pakan ikan/udang secara nasional sebanyak 9,27 juta ton, yang 49 persennya untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan komoditas air tawar.
"Melalui Gerpari kita akan mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku pakan impor, memanfaatkan bahan baku local yang ada di sekitar sentra-sentra produksi perikanan budidaya dan harga pakan tidak akan terpengaruh dengan fluktuasi nilai tukar dollar," tutur Slamet. (ags)