Liliana S. Bambang, Analis Mandiri Sekuritas, mengatakan pada kuartal IV 2014, Holcim membukukan laba setelah pajak sebesar Rp 99 miliar, merosot 72 persen secara tahunan atau minus 18 persen dibanding kuartal sebelumnya.
“Untuk sepanjang 2014, laba bersih dibukukan Holcim Rp 669 miliar, di bawah ekspektasi konsensus Rp 914 miliar,” ujarnya seperti dikutip dari riset, Kamis (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kenaikan pada beban pengiriman per metrik ton mengejutkan bagi kami di Mandiri Sekuritas, karena manajemen perusahaan pernah menyatakan prediksi biaya transportasi yang turun jika pabrik Tuban I sudah beroperasi. Pajak Holcim juga naik signifikan pada 2014 menjadi 34 persen dibandingkan posisi 2013 sebesar 29 persen,” tuturnya.
“Kenaikan utang tersebut disebabkan penarikan pinjaman untuk konstruksi pabrik Tuban II,” kata Liliana.
Terkait hal tersebut, Liliana menyatakan pihaknya masih menetapkan kembali rekomendasi netral untuk saham Holcim. Dia mengungkapkan, pihaknya mengkaji kembali rekomendasi dan prediksi setelah keluarnya realisasi kinerja ini.
“Kami lebih memilih PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. atau PT Semen Indonesia Persero Tbk. karena memiliki neraca keuangan yang lebih baik dan memiliki laba kuartalan yang lebih stabil,” jelasnya.
Sebelumnya, berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), permintaan semen pada Februari 2015 turun, yaitu sebesar 6 persen secara tahunan dan 11 persen secara bulanan, menjadi 4,2 juta metrik ton.
Pelemahan terjadi hampir di seluruh provinsi. Khusus di Jawa, penjualan turun 5 persen secara tahunan menjadi 2,3 juta metrik ton. (ags)