Naiknya laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan 2014 menjadi Rp 3,27 triliun dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya Rp 2,64 triliun seperti dikutip dari laporan keuangan yang disampaikan Wijaya Karya Beton kepada Bursa Efek Indonesia, dikutip Kamis (12/3).
Sedangkan total aset hingga akhir 2014 menjadi sebesar Rp3,80 triliun, atau naik 30,58 persen dari posisi sebesar Rp2,91 triliun di akhir 2013.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dinamika politik pemilihan umum dan faktor ekonomi global menyebabkan penurunan jumlah perusahaan yang melakukan IPO. Termasuk total dana yang diraup dari aksi tersebut menjadi Rp 9,02 triliun dibandingkan perolehan hasil IPO 2013 sebesar Rp 16,74 triliun.
Kebijakan Wijaya Karya melakukan IPO anak usaha akan dilakukan lagi tahun ini dengan rencana melepas 40 persen saham PT Wika Realty pada September 2015. Direktur Keuangan WIKA Adji Firmantoro mengatakan perseroan sudah mempersiapkan berbagai hal untuk memnyukseskan Wika Realty melantai di pasar modal.
Adji mengungkapkan WIKA telah menunjuk konsultan finansial untuk memantapkan rencana Wika Realty melantai di pasar modal. “Nanti kami akan segera menunjuk penjamin pelaksana emisi dan pihak pendukung lainnya seperti akuntan publik serta konsultan hukum,” tuturnya.
Sebagai informasi, saat ini WIKA memiliki sekitar 85 persen saham Wika Realty, sedangkan sisanya merupakan milik karyawan. Nantinya, kata Adji, maksimal 40 persen saham Wika Realty akan dilepas ke publik.
“Target dana yang diincar dari rencana IPO tersebut masih dievaluasi. Namun setidaknya, kami berharap bisa mencapai minimal Rp 1 triliun,” kata Adji. (gen)