Pertanyakan Perkembangan Harga Beras, Jokowi Sindir Menteri

Resty Armenia, CNN Indonesia | Senin, 16/03/2015 00:05 WIB
Pertanyakan Perkembangan Harga Beras, Jokowi Sindir Menteri Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat acara peninjauan penyaluran serentak beras untuk rumah tangga miskin (raskin) dan operasi pasar tahun 2015 di Gudang Perum Bulog, Jakarta Utara, Rabu, 25 Februari 2015. CNN Indonesia/Safir Makki
Bogor, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencermati perkembangan harga beras di pasaran saat ini. Jokowi mengatakan bahwa setelah hasil operasi pasar dan penggelontoran program beras untuk rumah tangga miskin sekitar tiga pekan lalu belum pernah ada laporan sama sekali mengenai perkembangan harga di pasar.

Persoalan tersebut disampaikan Jokowi kepada jajaran menteri bidang ekonomi sebelum memulai rapat terbatas di Istana Bogor, Ahad petang (15/3). “Saya cek sendiri (harga beras) dan hasilnya saya sampaikan ini,” kata Jokowi.

Jokowi mempertanyakan hingga saat ini ia belum mendapat laporan dari menteri-menterinya mengenai perkembangan terkini harga beras sampai kemudian ia yang melaporkannya.


“Ini adalah terbalik, mestinya saya dilapori, tapi ini saya akan menyampaikan (laporan harga beras) karena saya tunggu-tunggu nggak ada yang lapor," ujar Jokowi menyindir.

Selanjutnya Jokowi menyebutkan harga beras di pasaran berdasarkan laporan dari timnya di lapangan. Harga beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, jenis IR3 sebelum naik harganya Rp 7.800 per kilogram. “Naik menjadi Rp 10.300 tapi sekarang sudah Rp 7.900 artinya hanya terpaut Rp 100,” ungkapnya.

Kemudian beras jenis IR2 yang sebelumnya harganya Rp 8.300 naik menjadi Rp 10.500, namun sekarang sudah turun menjadi Rp 8.400. “Hanya terpaut Rp 100 dari sebelumnya,” kata Jokowi seraya mengatakan bahwa penurunan harga tersebut hanya yang di Pasar Cipinang. (obs/obs)


ARTIKEL TERKAIT