"Berdasarkan tujuan sasaran inflasi 4 plus minus 1 persen pada tahun 2015 dan 2016 dan mengarahkan defisit transaksi berjalan sebesar 2,5 hingga 3 persen dari Produk Domestik Bruto, maka RDG memutuskan untuk mempertahankan BI Rate," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Jakarta, Selasa (17/3).
BI memasang angka tersebut mengingat Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatat deflasi sebesar 0,36 persen (month-to-month). Inflasi inti juga terjaga melandai menjadi 0,34 persen dari posisi bulan sebelumnya 0,61 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain karena faktor terjaganya inflasi, alasan BI masih menjaga suku bunga acuan adalah keoptimisan BI akan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,4 persen hingga 5,8 persen seiring adanya peningkatan konsumsi swasta akibat terjaganya inflasi.
Perlu diketahui bahwa angka BI Rate ini masih sama seperti hasil RDG BI pada bulan lalu. Seperti yang sudah diketahui, pada Februari lalu BI menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dari 7,75 persen ke 7,5 persen. Selain itu, BI juga menurunkan suku bunga deposito facility sebesar juga sebesar 25 basis poin dari angka 5,75 persen ke angka 5,5 persen. (ags)