General Manager PT Petronas Carigali Indonesia Hazli Sham Kassim mewakili Petronas Carigali International E&P BV sebagai pemenang dua wilayah kerja, yaitu Kualakurun di Kalimantan Tengah dan North Madura II di lepas pantai Jawa Timur, menegaskan perusahaannya tidak akan mundur dari rencana pengembangan dua wilayah kerja yang proses lelangnya sudah diikuti sejak pertengahan tahun lalu tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria berkebangsaan Malaysia itu menambahkan, Petronas juga tidak mempermasalahkan persyaratan yang diminta pemerintah Indonesia bahwa seluruh pemenang lelang mulai kali ini diwajibkan untuk membayar bonus tandatangan sebelum melanjutkan ke proses inisiasi dan kontrak tandatangan.
“Tidak ada masalah bagi Petronas. Kami akan secepat mungkin membayarnya. Tetapi seperti saya katakan tadi, belum tentu tahun ini kami akan langsung melakukan kegiatan eksplorasi. Kami masih menunggu waktu yang tepat ketika harga minyak naik lagi,” kata Hazli.
Sebagai informasi, pemerintah memberikan waktu selama tiga tahun lamanya bagi para pemenang lelang wilayah kerja untuk melakukan tahap eksplorasi berupa studi G&G, survei seismik 2D, dan pengeboran sumur eksplorasi. Jika sampai batas waktu tersebut tidak juga dilakukan, maka pemerintah berhak menarik kembali wilayah kerja tersebut untuk kemudian dilelang ulang.
Kembangkan Shale Oil
Senada dengan Hazli, President & General Manager Bukit Energy Indonesia Pte Ltd Chandra Daud Tiranda mengaku dua wilayah kerja migas yang dimenangkan perusahaannya di awal tahun ini dinilainya sebagai bentuk investasi jangka panjang. Namun Chandra memastikan tahun depan perusahaannya bersama anggota konsorsium lain sudah bersepakat untuk langsung melakukan studi G&G, seismik, dan melakukan pengeboran eksplorasi untuk mengetahui kandungan shale oil dan shale gas di MNK Palmerang dan MNK Sakakemang yang dimenangkan.
“Dua wilayah kerja yang kami menangkan akan dikembangkan shale gas dan shale oil-nya. Mudah-mudahan kami bisa menyusul Pertamina yang sudah lebih dulu memulai pengembangan shale gas dan oil di Indonesia. Kalau cadangan terbukti ada, kami berharap bisa memperoleh kontrak pengelolaan sampai 30 tahun,” ujar Chandra.
Bukit Energy ditetapkan pemerintah sebagai pemenang lelang penawaran langsung wilayah kerja migas non konvensional 2014 untuk MNK Palmerah dan MNK Sakakemang.
Di MNK Palmerah, Bukit Energy membentuk konsorsium bersama New Zealand Oil and Gas Ltd, PT SNP Indonesia, Bumi Perdana Energy, dan Glory Wealth Pacific Ltd. Mereka berkomitmen menanamkan investasi sebesar US$ 13,72 juta dengan bonus tandatangan yang diberikan ke pemerintah sebesar US$ 1 juta.
Sementara untuk MNK Sakakemang, Bukit Energy akan mengelolanya bersama PT Pertamina (Persero). Kedua perusahaan sudah mengungkapkan komitmen investasi US$ 11,5 juta dan bersedia memberikan bonus tandatangan ke pemerintah sebesar US$ 1 juta. (ded/ded)