Ndiame Diop, Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia, mengatakan tak hanya rupiah yang mengalami depresiasi, tetapi hampir semua mata uang di dunia juga mengalami nasib serupa.
"Rupiah melemah bukan karena salah kelola, tapi menurut kami rupiah lebih baik dibanding mata uang negara lain yang juga ikut mengalami pelemahan,” kata Ndiame di Jakarta, Rabu (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto mengatakan saat ini para pelaku usaha sudah mulai menyesuaikan diri dengan volatilitas rupiah.
Senada dengan Bank Dunia, Suryo menilai pelemahan rupiah saat ini bukan karena salah kelola bank sentral dan pemerintah. Kendati faktor eksternal mendominasi, Suryo melihat tetap ada faktor dalam negeri yang menambah lemah rupiah.
"Satu sisi kami mengerti kalau pelemahan ini adalah faktor eksternal, tapi ada juga karena faktor kemampuan kita dalam bertahan," katanya.
Sekarang, menurut Suryo, yang terpenting saat ini adalah meningkatkan cadangan devisa Indonesia gun ameredam volatilitas rupiah.
"Tantangannya kami punya kebijakan foreign exchange rezim yang perlu dimodifikasi. Kalau tidak kapan cadangan devisa kita akan kuat," katanya. (ags)