Head of Research PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan Laju IHSG gagal mendekati area target resisten (5.450-5.478) dan berada di bawah area target support (5.420-5.427).
“Laju IHSG masih berpotensi mengalami pelemahan meski kami berharap dapat terbatas seiring masih maraknya aksi jual. Diharapkan aksi jual dapat lebih mereda terutama jika hasil keputusan The Fed masih mengindikasikan masih belum akan memberikan indikasi kenaikan The Fed dalam waktu dekat,” ujarnya seperti dikutip dari riset, Kamis (19/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Terlihat dari pelaku pasar yang tidak banyak melakukan aktifitas transaksi,” ungkapnya.
The Fed diketahui semakin mengisyaratkan untuk naikan suku bunganya lebih cepat dari perkiraan awal di Juni 2015. Hal ini disimpulkan melalui pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen seusai menggelar rapat rutin, The Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar sejak Rabu kemarin (18/3).
Yellen mengungkapkan, rencana menaikan suku bunga sendiri dilatarbelakangi oleh membaiknya pasar tenaga kerja AS dan terkendalinya tingkat inflasi beberapa waktu terakhir. Ia pun meyakini dalam waktu dekat inflasi AS akan kembali ke level 2 persen dalam jangka menengah.
"Inflasi sudah menurun dibawah ekspetasi sebelumnya. Tapi jika kita lihat dengan pertumbuhan upah akan mendorong inflasi yang akan naik dari waktu ke waktu," kata Yellen.
Sebelumnya, IHSG ditutup terkoreksi menjelang pertemuan The Fed yang akan membahas suku bunga acuan AS. Indeks turun sebesar -26 poin (-0,48 persen) ke 5.413 pada Rabu (18/3) setelah bergerak di antara 5.412-5.435.
Pada perdagangan tersebut, investor membukukan transaksi sebesar Rp 5,03 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp 4,31 triliun dan transaksi negosiasi Rp 718,66 miliar. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 353,49 miliar.
Sebanyak sembilan sektor melemah, dipimpin oleh sektor barang konsumsi yang turun -1,7 persen dan sektor manufaktur yang turun -1,14 persen. Lebih lanjut, sebanyak 103 saham naik, 166 saham turun, 97 saham tidak bergerak, dan 185 saham tidak ditransaksikan. (gir/gir)