Jika dibandingkan dengan target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 yang meminta asupan penerimaan pajak sebesar Rp 1.294,3 triliun, maka realisasi sebesar Rp 160 triliun itu baru memenuhi 12,36 persen dari target.
"Biasa di awal-awal bulan ini sedikit, tapi di bulan-bulan pertengahan akan meningkat. Kalau dulu kan biasanya ramenya bulan November-Desember kalau sekarang kan sudah dimulai, awal-awal," kata Jokowi di Kantor Pusat Dirjen Pajak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan saya tadi juga ke ruangan khusus analisa pajak, saya kira sudah sangat komplit sekali dan sistemnya sangat bagus sekali," ujar Jokowi.
"Targetnya sudah jelas sekali kalau kurang bayar berapa, kalau kelebihan bayar berapa, kelihatan sekali tadi ditunjukan di ruangan analisa itu," katanya.
Jokowi pun optimis dengan kelengkapan sistem teknologi yang semakin canggih maka target penerimaan negara yang berasal dari pajak Rp. 1.294,3 triliun mampu tercapai meski di awal tahun ini masih rendah. (gen)