Mulai dari surat menyurat, pesan terima kasih, memo kantor, dan daftar yang akan dikerjakan. Termasuk juga draft kasar naskah film.
“Maksud saya yang benar-benar kasar, meski itu akan berantakan, tapi saya nyaman dengannya,” tutur Hanks, saat menuliskan opininya di The New York Times, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kesenangan memakai mesin tik lawas ini sungguh tak tergantikan oleh laptop sekalipun,” tutur dia.
Pilihan Redaksi |
“Ada kesenangan fisik saat mengetik, rasanya saat otot di jari-jari mengontrol volume dan echo yang terdengar di ruangan dengan ketukan staccato,” katanya lagi.
Malah, kata Hanks, ada nuansa suara ketukan yang berbeda untuk tiap-tiap merek mesin tik yang legendaris. Untuk Remingtons dari era 1930-an misalnya, akan terdengar bunyi TIK TIK di telinga.
Lebih lanjut Hanks bercerita: suara Royals misalnya, mengeluarkan bunyi CHALK CHALK CHALK. Atau Smith Corona Skyriter yang mengeluarkan bunyi FITT FITT FITT, seperti bunyi peluru dari pistol berperedam suara Walther PPK yang dipakai James Bond.
Cinta Berbuah Aplikasi iPad
Kecintaan Hanks pada mesin tik diawali pada 1970-an dengan sebuah mesin tik merek Hermes 2000. Saat itu, kata Hanks kepada kantor berita NPR dengan jujur, dia membeli mesin tik saat mengalami masalah keuangan.
Dari obsesi ini pula Hanks kemudian menelurkan sebuah aplikasi mesin tik Hanx Writer untuk pengguna iPad. Aplikasi ini menyediakan semua bebunyian klasik dari mesin tik.
Hanks mendesain aplikasi ini bersama pengembang Hitcents. Desainnya berdasarkan mesin tik koleksi Hanks sendiri. Bentuk huruf dan pencetakannya ke kertas juga sama seperti hasil pengetikan mesin tik. (ded/ded)