Statistik menunjukan penjualan mobil di Indonesia pada Januari 2015 sebanyak 94.95 unit, turun 9 persen dibandingkan pencapaian bulan pertama 2014. Pemasarannya semakin berkurang pada bulan kedua, dengan hanya mencatatkan angka penjualan 88.738 unit atau anjlok 20,6 persen dibandingkan penjualan Februari 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring dengan merosotnya penjualan kendaraan, penguasaan pasar Grup Astra tergerus dari 53,5 persen pada Januari-Februari 2014 menjadi tinggal 48 persen pada periode yang sama tahun ini. Toyota yang selama ini merajai pasar otomotif nasional, pangsanya menyusut dari 34,6 persen menjadi 29,5 persen.
Ekspor Meningkat
Kendati pasar lesu, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel tetap mengapresiasi kinerja industri otomotif nasional. Terutama dari sisi ekspor kendaraan dan komponen, yang dalam dua bulan pertama 2015 mencatatkan nilai sebesar US$ 906,5 juta atau naik 13,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Menurutnya, hal tersebut karena ditopang oleh pergeseran funbdamental ekonomi Indonesia yang mulai beralih dari sekedar pasar menjadi basis produksi kendaraan asing.
“Sekarang ini perusahaan industri otomotif baik itu Mitsubishi, Toyota, Isuzu, mereka sudah memberikan gambarannya akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi. Tidak hanya untuk domestik tetapi juga untuk ekspor. Itu juga kenapa otomotif itu termasuk baik roda empat ataupun roda dua itu sudah mulai akan ada peningkatan ekspornya,” tutur Rahmat di Jakarta, pekan lalu. (ags)