"Melalui kantor perwakilan Tokyo maupun marketing officer BKPM untuk wilayah Asia, BKPM telah menjalin komunikasi intensif dengan investor Jepang dan mengidentifikasi 19 investor yang serius merencanakan investasi di Indonesia. Kami mengharapkan mereka segera merealisasikan minatnya melalui permohonan izin investasi," ujar Franky melalui siaran pers, Senin (23/3).
Merujuk pada data BKPM, ke-19 investasi senilai US$ 8,9 miliar tersebut sebagian besar akan menyasar ke sektor minyak dan gas (migas), dengan besaran nilai mencapai US$ 7,5 miliar. Selain itu, terdapat juga rencana perluasan investasi di bidang otomotif dengan nilai mencapai US$ 600 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain pertemuan di one on one meeting dan investor forum, kami juga akan melaksanakan pertemuan insentif dengan para investor melalui forum consultation meeting," jelas Franky.
BKPM juga mencatat adanya rasio realisasi investasi Jepang yang mencapai 51 persen antara periode 2010 hingga 2014, dengan nilai investasi mencapai US$ 12,1 miliar dari rencana US$ 23,6 miliar. Korea Selatan berada di bawah Jepang dengan realisasi investasi sebesar US$ 6,74 miliar atau 71 persen dari rencana investasi US$ 9,51 miliar pada periode yang sama.
"Rasio investasi tersebut menunjukkan keseriusan investasi Jepang dalam merealisasikan komitmen investasi yang telah direncanakan. BKPM akan mefasilitasi agar investor Jepang tidak mengalami hambatan dalam merealisasikan investasinya di Indonesia," ujar Franky. (ags)