"Kami sudah mengajukan (tambahan pinjaman luar negeri) ke lender, dari US$ 600 juta menjadi US$ 1,4 miliar hingga US$ 1,6 miliar," ujar Direktur Strategis dan Portfolio Utang Schneider Siahaan kepada CNN Indonesia, Senin (23/3).
Baca juga : Pemerintah Incar US$ 1 Miliar dari Lelang Samurai Bond
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Multilateralnya bisa dari World Bank, ADB, dan IDB. Kalau bilateral dari negara Eropa, saya lupa pastinya," kata dia.
Baca juga: Akhir Semester I, Pemerintah Lelang Euro Bond US$ 1,7 Miliar
"Ya memang untuk antisipasi pasar negatif. Kalau pinjamankan karakteristiknya beda dengan pembiayaan dari pasar, meskipun ada gejolak (di pasar uang) tetap bisa ditarik sesuai dengan perjanjian awal," jelasnya.
Sebagai informasi, dalam APBNP 2015 defisit dipatok sebesar Rp 222,5 triliun atau 1,9 persen PDB. Untuk menutupnya sekaligus membayar utang jatuh tempo, pemerintah merencanakan penerbitan obligasi negara sebesar Rp 451,8 triliun. Selain itu, pemerintah juga menjadwakan penarikan pinjaman luar negeri. (ags)