“Yang jelas semuanya memakai proses seleksi,” ujar Jokowi dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Selasa (24/3).
Menurut Jokowi, proses seleksi tersebut menunjukkan kapabilitas dari seluruh individu yang dipercaya pemegang saham BUMN untuk menduduki kursi komisaris perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menegaskan, pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas BUMN menerapkan perlakuan yang sama bagi seluruh komisaris yang ditunjuk. Baik itu yang memiliki latar belakang profesional maupun politik.
“Pemerintah ingin BUMN ke depan jadi motor penggerak ekonomi terutama infrastruktur. Jadi, jangan dianggap kami main-main,” tegasnya.
Sejumlah nama politisi dan mantan relawan ditetapkan rapat umum pemegang saham (RUPS) BUMN ke dalam jajaran komisaris di antaranya:
- Darmin Nasution dan Cahaya Dwi Rembulan Sinaga di Bank Mandiri
- Rizal Ramli, Pataniari Siahaan, Revrison Baswir, dan Anny Ratnawati di Bank BNI
- Mustafa Abubakar, Sonny Keraf, dan Jeffry Wurangian di Bank BRI
- Refly Harun di Jasa Marga
- Hendri Saparini dan Dolfie Othniel Frederic Palit di Telkom
- Diaz Hendroprijono di Telkomsel
- Hironimus Hilapok di Adhi Karya (gen)