Dwiyana Slamet Riyadi, Direktur Operasi dan Komersial KCJ menjelaskan 872 perjalanan KRL tersebut akan dipenuhi dengan mengoperasikan 69 rangkaian kereta. Alokasi armada terbesar masih diperuntukan bagi lintas Bogor atau Depok menuju Jakarta Kota, yakni sebanyak 40 rangkaian kereta dengan total melayani 391 perjalanan setiap harinya.
"Jumlah KA loop line akan mencapai 169 perjalanan per hari," jelasnya di kantor KCJ, Jakarta, Rabu (25/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eva Chairunisa, Manajer Komunikasi KCJ mengatakan penambahan perjalanan juga terdapat di lintas lain. Untuk lintas Bekasi akan dilayani oleh 12 rangkaian kereta untuk 153 perjalanan, sedangkan untuk lintas Serpong/Parung/Maja dilayani 10 rangkaian kereta untuk 148 perjalanan setiap harinya.
Selain itu, lanjut Eva, KCJ juga menjalankan tiga rangkaian kereta non-komersial atau feeder yang melakukan 92 perjalanan setiap hari. Rangkaian feeder ini melayani rute Mangarai-Sudirman-Karet-Tanah Abang-Duri dan Kampung Bandan-Jakarta Kota pp.
Menurut Eva, KCJ juga melakukan perubahan jadwal keberangkatan KRL paling awal pada pagi hari dan yang terakhir pada malam hari. Perubahan jadwal kereta paling akhir antara lain terdapat pada lintas Parung Panjang, yang keberangkatannya dari stasiun Tanah Abang diperpanjang satu jam menjadi pukul 23.30 WIB. Demikian pula untuk KRL lintas Bekasi, jadwal keberangkatannya dari stasiun Jakarta Kota menjadi 22.45 WIB atau lebih panjang 24 menit.
Sementara untuk perubahan jadwal keberangkatan KRL paling awal terjadi untuk lintas Maja dan Tangerang. Keberangkatan kereta dari stasiun Maja maju satu jam menjadi pukul 04.45 WIB, sedangkan keberangkatan dari stasiun Tangerang lebih cepat 15 menit menjadi 05.00 WIB.
Eva menerangkan kebijakan ini merupakan revisi atas Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2014. (gen)