Kelima bandara pintu masuk utama pariwisata yang akan menjadi fokus pembenahan yakni Bandara Hang Nadim di Batam, Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Ngurah Rai di Denpasar, Bandara Kualanamu di Medan dan Bandara Juanda di Surabaya,
"Pihak imigrasi akan menambah personelnya, lalu nanti akan jadi sistem online. Dan next time kalau ada aturan bebas visa lagi, agar memudahkan kebijakan ini lebih dinamis, perubahan ini cukup dengan perubahan peraturan dari Menteri Hukum dan HAM saja," kata Indroyono di kantornya, Jakarta, Rabu (25/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di saat bersamaan kami minta empat pelabuhan tempat masuknya wisatawan, yaitu di Batam Center, Kupang, Tanjung Uban di Bintan Utara, dan Sri Bintang di Tanjung Pinang untuk bisa dibuka pos imigrasi yang free visa," ujarnya.
"80 persennya itu dari laut, sehingga kita juga minta pelabuhan di Batam dan Bintan dibuka pos imigrasi free visa. Sehingga, wisman dari Singapura tidak perlu ke bandara di Jakarta dulu, tetapi bisa melalui pelabuhan di Batam dan Bintan," tuturnya.
Sebelumnya, Indonesia telah memberikan bebas visa kepada 15 negara. Ke-15 negara tersebut adalah Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Hong Kong Special Administration Region (Hong Kong SAR), Makau Special Administration Region (Makau SAR), Cile, Maroko, Peru, Vietnam, Ekuador, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
Sehingga, total jumlah ada 45 negara yang akan mendapatkan bebas visa ke Indonesia. Sementara, pemberlakuan bebas visa ke Indonesia kepada 30 negara ini diharapkan terealisasi 1 April 2015 setelah Presiden Joko Widodo menandatangani surat Peraturan Presiden. (ags)