“Kami hanya memiliki beberapa tahun lagi sampai masa kontraknya berakhir. Oleh karena itu kami sampaikan bahwa kami membutuhkan kepastian untuk dapat melanjutkan rencana investasi tersebut. Semoga Presiden Jokowi bisa membantu kami menghilangkan ketidakpastian tersebut,” ujar Lance di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (31/3).
Kepastian yang dimaksud Lance merujuk pada persetujuan perpanjangan kontrak yang menjadi kewenangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Lance menilai saat ini adalah waktu yang tepat bagi pemerintah untuk bisa memberikan kepastian tersebut, jelang habisnya masa kontrak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Menteri ESDM Sudirman Said memastikan bahwa dua blok migas yang dioperasikan ConocoPhillips masuk dalam daftar blok yang tengah dievaluasi perpanjangan kontraknya oleh pemerintah.
Menurut mantan bos PT Pindad (Persero) tersebut, ConocoPhillips merupakan salah satu kontributor penting bagi produksi migas nasional. Sudirman mencatat perusahaan asal Amerika Serikat tersebut menyumbang 20 persen dari total produksi gas nasional, 24 persen dari total produksi elpiji nasional, dan 5-10 persen terhadap total produksi minyak nasional.
“Jadi ConocoPhillips adalah partner yang penting. Situasi harga minyak di pasar internasional memang sedang sulit saat ini, tetapi investor yang serius tetap berkomitmen melakukan investasi ke depan,” tegasnya.
Laporan keuangan ConocoPhillips menyebutkan sepanjang tahun lalu penjualan dan pendapatan operasi lain yang diperolehnya dari Indonesia sebesar US$ 1,96 miliar. Angka tersebut berkontribusi 3,73 persen terhadap total penjualan global sebesar US$ 52,52 miliar.
Realisasi penjualan 2014 ConocoPhillips dari Indonesia mengalami penurunan 5,76 persen dibandingkan penjualan 2013 sebesar US$ 2,08 miliar. (gen)