Dari keterangan resmi Medco diketahui, merosotnya jumlah penjualan disebabkan oleh rendahnya harga jual minyak perseroan yang tahun lalu hanya mencapai rata-rata US$ 97,83 per barel, atau lebih rendah 9,6 persen dibandingkan 2013.
Sejalan dengan itu, perseroan mengurangi produksi minyak dan gas (migas) sebesar 9,6 persen, dari 62 ribu barel setara minyak per hari (boepd) pada 2013 mernjadi 56 ribu boepd.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Tapi) perseroan dapat meningkatkan pendapatan dari penjualan gas yang diperoleh dari keberhasilan negosiasi ulang untuk beberapa kontrak penjualan gas domestik," tulis manajemen dalam keterangan resmi yang diperoleh CNN Indonesia, Selasa (31/3).
Untuk besaran laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk diketahui hanya sebesar US$ 10,1 juta, lebih rendah US$ 2,5 juta dari tahun sebelumnya US$ 12,5 juta.
“Perseroan akan terus melakukan upaya efisiensi proses bisnis serta biaya operasi secara menyeluruh termasuk mengevaluasi kembali kegiatan eksplorasi maupun proyek-proyek yang belum mencapai FID," tutur Presiden Direktur Medco, Lukman Mahfoedz.
Lukman mengatakan manajemen Medco akan tetap melaksanakan rencana investasi guna menjaga kinerja keuangan dan pertumbuhan bisnis perseroan.
"MedcoEnergi (akan) tetap menjalankan investasi yang akan memberikan penambahan produksi Migas untuk mendukung pertumbuhan Perseroan yang berkesinambungan,” tutur Lukman. (ags/gen)