"Pada kesempatan ini, kami telah menambah dua lini produksi dengan kapasitas produksi 60 ribu botol per jam, di mana produksi-produksi ini akan kami pasarkan demi memenuhi kebutuhan domestik," ujar Muhtar Kent, Chairman dan Chief Executive Officer The Coca-Cola Company di Bekasi, Selasa (31/3).
Kedua lini baru ini digunakan untuk memroduksi carbonated soft drinks (CSD) dengan ukuran 1 liter dan 1,5 liter dengan total kapasitas 28.800 botol per jam. Sementara sisa kapasitas produksi sebesar 31.200 botol per jam akan digunakan untuk produksi varian Frestea dan Aquarius Cup, yang rencananya akan diproduksi di lini produksi kelima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika dikonversikan ke satuan liter, maka pada akhir tahun ini kapasitas kita bisa mencapai 450 juta liter dari sebelumnya sebesar 190 juta liter jika lini kelima ini sudah beroperasi," ujar Kadir.
Perlu diketahui bahwa sejak tahun 2012 PT Coca-Cola Amatil Indonesia telah mengakuisisi pabrik seluas 10 hektar dari pabrik minuman kemasan milik PT San Miguel Indonesia di Cikedokan. Di samping itu, sejak tiga tahun terakhir PT Coca-Cola Amatil Indonesia juga telah menggelontorkan lebih dari US$ 300 juta demi peningkatan kapasitas ini. (ags)