Ekonom Mandiri Sekuritas Aldian Taloputra dan Leo Rinaldy memprediksi inflasi inti Maret 2015 akan dibukukan sedikit turun relatif menjadi 4,9 persen tahunan dibandingkan dengan 4,96 persen pada bulan sebelumnya.
"Estimasi kami tersebut sejalan dengan ekspektasi Bank Indonesia 0,27 persen bulanan (6,3-6,4 persen tahunan) tetapi lebih rendah daripada prediksi konsensus masing-masing 0,16 persen bulanan dan 6,4 persen tahunan," ujar Aldian dalam riset dikutip Rabu (1/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sektor pangan setelah memasuki musim panen, rata-rata harga beras medium naik 4,9 persen dari bulan lalu meskipun terjadi penurunan harga daging ayam sebesar 6,3 persen, telur turun harga 6,5 persen, dan harga cabai yang turun 6,7 persen.
Namun yang perlu diperhatikan sebagian penyebabnya adalah tingkat hujan yang tinggi dan menyebabkan tertundanya panen di daerah produsen padi terbesar, Jawa Barat.
"Penting juga untuk menjadikan bawang sebagai pendorong inflasi potensial karena kenaikan harganya sampai 17,2 persen. Berdasarkan data yang tersedia saat ini, kami memprediksi komponen makanan mentah berkontribusi 0,12 poin ke inflasi Maret 2015," ujar Leo Rinaldy. (gen)