“Dari laba bersih yang diraih, diputuskan sebanyak 30 persen atau Rp 98,55 miliar dibagikan sebagai dividen,” ujar Wilfried A. Singkali, Direktur Utama WIKA Beton di Jakarta, Rabu (1/4).
Wilfried menjelaskan nilai dividen per lembar saham adalah sebesar Rp 11,82. Menurutnya, pembayaran dividen akan dilakukan paling lambat pada 5 Mei 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tahun ini memang agak berat karena proyek dari pemerintah belum ada gambaran yang jelas. Namun ini hanya masalah waktu saja,” ujarnya.
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, realisasi kontrak WIKA Beton sepanjang 2014 mencapai Rp 4,23 triliun atau turun dibandingkan dengan perolehan 2013 yang sebesar Rp 4,30 triliun. Dari capaian kontrak 2014 tersebut, tercatat Rp 2,6 triliun adalah kontrak baru, sedangkan sisanya Rp 1,63 triliun merupakan pengalihan atau carry over dari 2013.
Hal itu membuat WIKA Beton mencatat penjualan sebesar Rp 3,27 triliun, naik 23,96 persen dari capaian 2013 Rp 2,64 triliun.
“Untuk penjualan tahun ini kami targetkan mencapai Rp 4 triliun, naik 22,32 persen dari capaian tahun 2014,” kata Entus Asnawi, Direktur Keuangan WIKA Beton.
Entus mengatakan hingga Maret 2015 perseroan telah memperoleh kontrak sebesar Rp 550 miliar. Sementara itu carry over dari kontrak 2014 tercatat masih sekitar Rp 1 triliun. Jadi secara total kontrak saat ini mencapai Rp 1,55 triliun.