“Pasti menguntungkan kedua negara, dari sektor in-bound dan out-bound pasti sama-sama growth,” tutur Product Department Head Antavaya Tour David Bong saat ditemui dalam acara Mega Travel Fair di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (2/4).
Sebelumnya, Indonesia hanya memberikan fasilitas bebas visa bagi wisatawan asing yang berasal dari 15 negara. Tahun ini rencananya pemerintah akan menambah jumlah negara yang menerima fasilitas tersebut menjadi 45 negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tahun lalu saat musim Sakura, kami memberangkatkan 10 group ke Jepang. Tahun ini sudah meningkat sampai 20 group, itu efek dari visa waiver,” tutur David.
“Divisi in-bound kami itu marketnya sangat luar biasa, dari China, Arab, itu luar biasa,” ujarnya.
Smart Budget Traveler
David menuturkan saat ini menilai melakukan perjalanan wisata keluar negeri sudah menjadi kebutuhan sebagian masyarakat Indonesia. Hal itu terbukti dari semakin banyak masyarakat yang menyisihkan penghasilannya untuk liburan ke luar negeri. Guna menangkap pasar tersebut, biro perjalanan pun berlomba-lomba untuk mengemas paket perjalanan dengan biaya terjangkau bagi pelancong yang memiliki keterbatasan dana (budget traveler).
“Sekarang tren yang lagi terjadi di Indonesia adalah travel with smart budget. Kami tidak bilang cost saver tetapi smart budget karena Antavaya ini bisa mengemas suatu tour dengan harga yang smart budget tapi kualitasnya bagus,” kata David.
David menuturkan dalam setahun biro perjalanannya dapat mengantarkan sekitar seribu grup ke berbagai destinasi di seluruh dunia, 70 persen diantaranya berasal dari kelompok smart budget traveler. (gen)