Head of Research PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan laju IHSG sempat masuk area target resisten (5.487-5.528) dan turun berada di bawah area target support (5.447-5.458).
“Tampaknya meski terjadi penurunan, belum sampai pada utang gap lama di level 5.342-5.372 (17-18 Februari) dan utang gap di level 5.397-5.411 (27-28 Maret 2015),” katanya seperti dikutip dari riset, Senin (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi inipun, lanjutnya, seiring dengan turunnya consumer confidence Indonesia dan sesuai dengan gambaran Reza sebelumnya, di mana meski utang gap 5.459-5.484 (30-31 Maret) telah dilunasi, namun masih ada utang gap lama di level 5.342-5.372 (17-18 Februari) dan utang gap di level 5397-5411 (27-28 Maret 2015).
“Melihat kondisi tersebut, tampaknya aksi jual masih dimungkinkan dapat berlanjut. Akan tetapi, jika laju bursa saham global mampu memberikan angin positif maka diharapkan pelemahan dapat lebih terbatas. Tetap cermati adanya potensi pelemahan lanjutan,” kata Reza terkait perdagangan sebelumnya.
Menurutnya, pelemahan laju bursa saham AS sebelumnya dan maraknya aksi profit taking tampaknya lebih mendominasi dibandingkan sentimen positif dari hijaunya laju bursa saham Asia dan penguatan Rupiah.
“Bahkan transaksi beli bersih investor asing pun juga belum dapat mengimbangi pelemahan yang terjadi,” jelasnya. (gir)