"Penyerapan oleh Pertamina sebesar 180.456 kl, BU (Badan Usaha) BBM non Pertamina sebesar 43.569 kl, dan penggunaan sendiri sebesar 1.049 KL," ujar Dadan Kusdiana, Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) di Jakarta, Senin (6/4).
Sebagai informasi, tahun ini pemerintah menargetkan angka penyerapan BBN sebanyak 3 juta kl atau turun 500 ribu kl dari target awal di kisaran 3,5 juta kl. Padahal, mulai bulan ini seluruh perusahaan penjual solar atau bahan bakar minyak (BBM) sejenisnya diwajibkan mencampurkan biodiesel sebanyak 15 persen atas produk yang dijualnya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Target tahun ini jadi hanya berkisar di 3 juta KL karena Januari sampai Februari ini realisasinya sangat rendah," tutur Rida Mulyana.
Kendati demikian, lanjut Rida, pemerintah akan tetap memberikan subsidi BBN dari pelaku usaha maksimum Rp 4.000 per liter untuk produk biodiesel dan Rp 3.000 per liter untuk bioethanol. Adapun sumber anggaran subsidi BBN akan diperoleh dari pengenaan dana pengembangan minyak sawit mentah atau CPO Supporting Fund sebesar US$ 50 per ton untuk CPO yang diekspor dan US$ 30 per ton untuk setiap penjualan olein. (ags)