"Proyek ini sempat mangkrak sekitar delapan tahun. Rencananya Mei atau Juni ini bisa groundbreaking dan selesai 2019 nanti," ujar Kepala BPH Migas, Andi Norsaman Sommeng di Jakarta, Selasa (7/4).
Andi mengungkapkan proyek pipa Cirebon-Semarang nantinya akan memperkuat jaringan pipa gas di pulau Jawa. Pasokan gas dari proyek tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gas PLN dan beberapa industri di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Andi, sumber gas fasilitas ini diproyeksi berasal dari lapangan gas terdekat atau fasilitas pengolahan dan penyimpanan terapung gas (FSRU) yang ada di Lampung. "Kalau di Jawa Timur over supply juga bisa dialirkan ke Jawa Tengah atau Jawa Barat melalui pipa ini. Lantaran pakai open access, pipa Cirebon-Semarang bisa dipakai oleh siapa saja dengan membayar toll fee," tuturnya.
"Sejauh ini masih pakai yang lama atau US$ 0,36 sen per mmsfd. Ke depan kita tentunya akan menaikan toll fee karena sudah banyak perubahan baik itu soal posisi rupiah hingga harga minyak dan gas," katanya. (ags)