"Terakhir itu (lelang samurai bond) kalau tidak salah sekitar US$ 600 juta (Rp 7,79 triliun) pada tahun 2012. Tahun ini yang pasti akan lebih besar," jelas Bambang di Istana Kepresidenan, Rabu (8/4).
Upaya pemerintah menarik sebesar-besarnya pembiayaan valuta asing, kata Bambang, sejalan dengan rencana pemerintah mengurangi penerbitan surat utang rupiah. Salah satu instrumen pembiayaan valas yang akan digenjot penarikannya adalah samurai bond. "Pokoknya di atas US$ 600 juta," katanya.
(Baca juga: Akhir Semester I, Pemerintah Lelang Euro Bond US$ 1,7 Miliar)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ada porsi yang masih pakai jaminan (JBIC) dan porsi yang tanpa jaminan (JBIC). Karena pengalaman negara lain yang mengeluarkan Samurai Bond di jepang, prosesnya seperti itu," tuturnya.
Sebelumnya, Direktur Strategis dan Portfolio Utang (DJPPR) Schneider Siahaan kepada CNN Indonesia mengungkapkan target indikatif penerbitan samurai bond tahun ini, yaitu sekitar US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 13 triliun. Lelang sendiri rencananya akan dilakukan pada awal kuartal II 2015.
"Rencana kami penerbitan samurai bond kira-kira ekuivalen US$ 1 miliar. Kami tetap perkirakan samurai bond di semester I, kemungkinannya bisa saja bulan depan," tuturnya belum lama ini.
(Baca juga: Pemerintah Incar US$ 1 Miliar dari Lelang Samurai Bond) (ags)