Ketua Asephi Thamrin Bustami mengatakan motif serta corak warna produk olahan tekstil dalam negeri masih menjadi buah tangan primadona yang disukai pembeli luar negeri. Thamrin optimistis jumlah dolar yang akan terkumpul dari transaksi pembelian tekstil oleh warga negara asing mencapai US$ 5 juta atau separuh dari seluruh potensi transaksi valas di Inacraft 2015 yang ditaksir sebesar US$ 10 juta.
"Produk unggulan seperti batik, bordir, atau fashion biasa masih dinikmati oleh pembeli luar negeri karena produk kita otentik. Maka dari itu, kami targetkan 50 persen dari total transaksi asal pembeli luar negeri tersebut lari ke produk olahan tekstil ini," ujar Thamrin ketika ditemui di Jakarta, Rabu (8/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inacraft sendiri rencananya akan digelar selama lima hari dari tanggal 8 hingga 12 April mendatang dengan jumlah peserta sebanyak 1.600 yang terdiri dari produsen dan pengrajin, eksportir dan importir, kolektor, asosiasi produsen kerajinan, instansi pembina perajin, BUMN/BUMD, pemerintah provinsi, pemerintah kota, pemerintah daerah, dinas seluruh Indonesia, dan Dekranasda. Acara ini diharapkan bisa mendatangkan 200 ribu pengunjung selama lima hari digelar. (ags/gen)