"Kereta cepat tidak akan disubsidi pemerintah. Karena kalau kita subsidi sama saja seperti memberi subsidi penumpang pesawat," kata Andrinof kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (9/4).
Menurut Andrinof, lebih baik pemerintah menyubsidi tarif angkutan umum lain ketimbang kereta cepat, yang proyeknya memang sengaja dirancang untuk konsumen kelas menengah ke atas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Andrinof mempersilakan investor swasta jika ingin membangun jaringan kereta yang diperkirakan selesai pada 2018 itu. "Silahkan saja swasta membangun, asal jangan menggusur kepentingan masyarakat bawah," katanya.
Diperkirakan uji kelayakan baru akan selesai pada akhir Maret 2015. Sementara itu, eksekusi proyeknya kemungkinan baru bisa dimulai pada 2016 dan dijadwalkan selesai pada 2018. (ags/gen)