Hal tersebut diungkapkan dalam rilis survei yang dilakukan oleh PT Bank UOB Indonesia kepada pemegang kartu kredit UOBI Lady’s Card yang mayoritas berasal dari kalangan perempuan berpendapatan tinggi. Kebutuhan yang dimaksud antara lain pendidikan dan keperluan rekreasi yang sifatnya memanjakan anak-anak.
UOB mencatat, pengeluaran para perempuan tersebut di bidang pendidikan, mainan, pakaian anak-anak dan tempat hiburan anak-anak naik dari Rp 73 Miliar di tahun 2013 menjadi Rp 135 Miliar di tahun 2014. Pengeluaran untuk anak-anak merupakan salah satu kategori pengeluaran terbesar yang dilakukan oleh wanita Indonesia modern.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data tersebut memberikan gambaran mengenai perempuan Indonesia yang kini memiliki kemandirian finansial dan kebebasan dalam mengatur keuangannya, namun tetap memenuhi tanggung jawabnya di keluarga.
Menurutnya, peranan perempuan Indonesia di lingkungan sosial telah berubah. Peranan mereka berkembang dari nilai-nilai tradisional sebagai seorang ibu rumah tangga, menjadi turut berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui karir mereka di lingkungan kerja.
"Walaupun peranan mereka telah berkembang, namun naluri sebagai seorang Ibu tetap kuat dan seiring dengan peningkatan pendapatannya, kami melihat perempuan-perempuan tersebut membelanjakannya untuk pendidikan anak-anak dan kegiatan-kegiatan yang memberikan anak suatu pengalaman baru” ujar Lynn dalam rilisnya, dikutip Senin (13/4).