Edward Teather, Senior Southeast Asia & India Economist UBS AG mengatakan tanda-tanda kondisi moneter yang lebih longgar sedang dalam proses. Menurutnya BI melanjutkan pelonggaran kebijakannya terhadap makroprudensial yang dilakukan pada bulan November dengan memotong kedua suku bunga BI serta fasilitas simpanan di bulan Februari.
“Hal itu yang kami harapkan sebagai siklus pelonggaran yang berkelanjutan. Tingkat suku bunga antar bank dan imbal hasil obligasi juga menurun dalam beberapa bulan terakhir. Membaiknya likuiditas dapat dijelaskan sebagian dengan percepatan pertumbuhan deposito bank yang relatif terhadap pertumbuhan kredit,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sementara pertumbuhan kredit bank umum terus berkisar 12 persen secara tahunan pada Februari. Kondisi juga terbantu ketika penilaian ulang kenaikan suku bunga Fed dan perbaikan neraca perdagangan eksternal,” jelasnya.
Dia menilai BI tampaknya mengharapkan defisit transaksi berjalan menyempit pada kuartal I sebelum melebar selama sisa tahun 2015. Kami berpendapat bahwa BI akan kecewa terhadap pertumbuhan PDB, tetapi secara menyenangkan akan kaget terhadap hasil untuk transaksi berjalan tahun ini.
“Menanggapi ini, kami memperkirakan bank sentral menurunkan kebijakan suku bunga lebih lanjut sebanyak 50 bps pada 2015, kemungkinan besar pada semester kedua tahun ini,” ungkapnya.
Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) di angka 7,5 persen untuk bulan ketiga secara berturut-turut. Selain itu, BI juga mempertahankan suku bunga fasilitas kredit (lending facility) tetap 8 persen dan suku bunga deposito tetap di angka 5,5 persen.
"Berdasarkan tujuan sasaran inflasi 4 plus minus 1 persen pada 2015 dan 2016 serta mengarahkan defisit transaksi berjalan sebesar 2,5 hingga 3 persen dari Produk Domestik Bruto dalam jangka menengah, maka RDG memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 7,50 persen," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Jakarta, Selasa (14/4). (gir)