"Kami sedang mencari SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) yang pas untuk jadi pilot project penjualan Pertalite. Mudah-mudahan tempatnya pas dan Pertalite diterima oleh konsumen sampai bisa menggantikan premium pelan-pelan," ujar Vice President Fuel Retail Pertamina, Muhammad Iskandar di Jakarta, Jumat (17/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iskandar mengugkapkan, sejatinya penjualan Pertalite dilakukan dalam rangka mengantikan Premium seperti yang direkomendasikan Tim Reformasi Tata Kelola Migas atau yang dikenal Tim Antimafia Migas. Meski begitu, jajaran perusahaan migas pelat merah tersebut masih enggan memasang target kapan upaya subtitusi tersebut secara kelesuruhan dilakasanakan.
Dia mengungkapkan peluncuran produk Pertalite tak lepas dari rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang menginginkan agar Pertamina lagi menjual produk Premium. Akan tetapi, Pertamina masih enggan memasang target kapan produk bensin tak lagi dijual dari perseroan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). (gir/gir)