Atul Singh, Direktur Coca-Cola Asia Pasifik, mengakui prospek bisnis minuman ringan di dunia tak secerah dulu dengan munculnya kebijakan sejumlah negara yang memperketat penjualan minuman. Contohnya proyek Anti-Obesitas di Inggris, yang diyakini Singh bakal berdampak negatif terhadap bisnis Coca-Cola.
"Coca-Cola adalah penjual minuman ringan terbesar di dunia, tapi pada saat yang bersamaan karyawan kami akan berkurang sekitar 2 ribu orang pada tahun depan dengan adanya proyek anti Coca-Cola," jelas Singh dalam sesi diskusi World Economic Forum (WEF) bertajuk 'Trust or Bust' di Jakarta, Senin (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada 2020 kami berkomitmen untuk menetralkan penggunaan air dengan pemanfaatan air hujan," tuturnya.
"Kami juga punya komitmen global untuk memberdayakan lima juta perempuan pada 2020," tuturnya.
Masalah Sawit
Permasalahan serupa juga dihadapi oleh Sinar Mas Group yang banyak bergerak di industri perkebunan sawit. Pembakaran hutan dan polusi asap yang ditimbulkan menjadi salah satu kasus yang disangkakan pada Sinar Mas.
Franky Oesman Widjaja, Chairman and CEO Sinar Mas Agribusiness & Food, membantah perusahaannya melakukan pembakaran hutan. Pasalnya, sudah tiga tahun terakhir Sinar Mas menggalakan program zero burning.
"Banyak hal yang sudah kami lakukan, melebihi apa yang diatur kebijakan pemerintah. Misalnya kebijakan zero burning, pemerintah instruksikan mulai tahun ini, kami sudah mulai dari tiga tahun yang lalu," tuturnya. (gen)