Sebagai informasi, realisasi penarikan utang dari pasar obligasi negara selama kuartal I 2015 sebesar Rp 144,39 triliun atau 48,5 persen dari yang ditargetkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati realisasi belanja negara masih rendah, kata Bambang, front loading strategy tetap diperlukan guna mengantisipasi pengetatan likuiditas global akibat rencana Bank Sentral AS menaikkan suku bunga acuan.
"Kemungkinan kenaikan tingkat suku bunga Bank Sentral AS itu semester II 2015. Jadi kalau kita cari utang dari market itu sebaiknya dilakukan sebelum itu," tuturnya.
Disinggung realisasi penerimaan negara yang meleset dari target, Bambang memastikan posisi defisit belum akan diubah dan tetap 1,9 persen dari PDB. "Pokoknya kita sesuai dengan APBNP," katanya. (ags/ded)