M. Choliq, Direktur Utama Waskita Karya, menyebutkan secara formal dalam rencana kerja perseroan disebutkan target laba hanya sebesar Rp 650 miliar atau naik sekitar 29,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, Choliq optimistis perusahaannya dapat mencapai laba bersih Rp 1 triliun yang ditunjang oleh dua alasan utama.
Pertama, diversifikasi anak usaha di bidang beton precast melalui PT Waskita Beton Precast (WBP) dan realty melalui PT Waskita Karya Realty yang menunjukkan kinerja yang baik. Kedua anak usaha itu diharapkan menyumbang laba sebesar Rp 500 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan kedua, lanjut Choliq, perseroan menargetkan penarikan pembiayaan sebesar Rp 5,3 triliun melalui right issue, yang dijadwalkan pada Juni tahun ini. "Dengan adanya tambahan Rp 5,3 T equity berarti saya bisa berharap ada interest saving minimal Rp 200 sampai Rp 250 miliar," katanya.
Adapun proyek yang tengah digarap perusahaan pelat merah ini antara lain proyek Bendungan Raknamo di Kupang senilai Rp 646 miliar, proyek Waduk Gondang di Jawa Tengah senilai Rp 561 miliar, dan proyek superblock frontage di Surabaya senilai Ro 1,4 triliun.
Belanja Modal Rp 2 Triliun
Pada tahun ini Waskita Karya juga merencanakan belanja modal sebesar Rp 2 triliun. Alokasi anggaran tersebut antara lain untuk mendanai pembangunan di bidang konstruksi sekitar 8 persen, pengembangan bisnis precast 15 persen, pengembangan bisnis realty 50 persen, pengembangan bisnis energi 9 persen dan pengembangan investasi di bidang jalan tol sebesar 17 persen.
Terkait dengan sumber pendanaan, Choliq mengungkapkan berasal dari right issue yang diperkirakan akan dilakukan pertengahan tahun ini. (ags/ags)