"Belum ada izinnya, doakan saja DPR segera menyetujuinya," ujar Supardi , Direktur Keuangan Adhi Karya, ketika ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (23/4).
Karena belum mendapatkan izin, kata Supardi, perseroan sampai saat ini belum menunjuk penjamin emisi dari pelaksanaan rights issue nanti. Kendati demikian, Adhi Karya masih memasang target pembiayaan Rp 2,74 triliun dari penawaran saham terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Supardi menjelaskan dana hasil rights issue nanti rencananya akan digunakan untuk membiayai proyek Light Rail Transit (LRT) rute Cibubur - Cawang - Senayan, dengan total nilai proyek mencapai Rp 9,9 triliun. Proyek ini diharapkan rampung pada tahun 2018, di mana sisa pembiayaan tambahan sebesar Rp 6,2 triliun akan diupayakan melalui pinjaman sindikasi beberapa bank BUMN.
Dalam rencana perusahaan, pertemuan antara Adhi Karya, Kementerian BUMN, dengan DPR terkait izin rights issue seharusnya dilakukan pada hari Rabu pekan ini (22/4). Selain itu, penetapan penjamin emisi dan konsultan hukum bagi pelaksanaan rights issue ini seharusnya dijadwalkan pada hari Jumat esok. (ags/dim)