Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis pun meluruskan informasi yang disampaikan para pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mengatakan bahwa perusahaan tersebut memiliki aliran modal dari Thailand.
"Memang penanaman modal asing (PMA), tapi bukan dari Thailand. Dalam data kami tercatat investornya dari British Virgin Island, bukan Thailand. Nama perusahaannya itu Straits apa gitu saya lupa," ujar Azhar di Jakarta, Kamis (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Azhar menambahkan setiap perusahaan PMA wajib tunduk dan mengikuti semua peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Tidak terkecuali pemilik modal PBR.
Sebelum meminta pencabutan izin usaha PBR ke BKPM, KKP sudah membekukan seluruh SIPI dan SIKPI milik PBR. Perusahaan tersebut bersama 3 anak usahanya tercatat memiliki 101 kapal terdiri dari 92 unit kapal tangkap dan sembilan unit kapal angkut.
"Sejak November 2014 sudah dilakukan verifikasi perusahaan yang menggunakan kapal eks asing termasuk PBR. Kami sudah cabut SIKPI dan SIPI-nya," tegas Sjarief Widjaja, Sekretaris Jenderal KKP kemarin. (dim/ags)