Padahal, sebelumnya, Sandiaga menguasai saham operator taksi PT Express Transindo Utama Tbk melalui Saratoga Investama. Saat itu, Sandiaga mengambil alih 51 persen saham taksi Express dari Grup Rajawali Corpora dengan nilai kesepakatan mencapai US$ 98,2 juta atau setara dengan Rp 1,26 triliun.
“Jujur keputusan berat tinggalkan Saratoga. Sedih dan bangga. Sedih berpisah setelah 17 tahun. Bangga keluarga Saratoga tumbuh dari 3 jadi 30.000 karyawan,” ujar Sandiaga melalui akun twitter-nya, dikutip Sabtu (25/4).
Dalam surat nya kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Sekretaris Perusahaan Saratoga Investama, Ira Dompas, menyatakan perseroan telah menerima surat pengunduran diri Sandiaga Salahuddin Uno pada 22 April 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, untuk jadwal RUPSLB, lanjut Ira, perseroan bakal mengumumkan jadwal kepada publik dan diselenggarakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Saya bangga Adaro sudah tumbuh menjadi perusahaan kelas dunia dan setelah hampir 15 tahun mengabdi, saya rasa sudah saatnya saya mundur agar lebih fokus di tugas lainnya,” ujarnya kepada CNN Indonesia, Selasa (21/4).
Sayangnya, Sandiaga tidak menjelaskan tugas apa saja yang menjadi fokusnya saat ini. Keputusan mundurnya Sandiaga juga cukup mengagetkan, pasalnya hal itu diketahui setelah dirinya melalui Saratoga Investama Sedaya menguasai kepemilikan saham operator taksi, PT Express Transindo Utama Tbk.
Lebih lanjut, Sandiaga baru-baru ini juga melebarkan sayapnya ke dunia politik. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto belum lama ini menyebut nama Sandiaga sebagai salah satu kader baru partai berlogo kepala Garuda tersebut bersama mantan politisi Partai Nasional Demokrat Rachmawati Soekarnoputri dan bekas Menteri Keuangan Fuad Bawazier.
Prabowo menyatakan Sandiaga menempati posisi wakil ketua dewan pembina Gerindra pada awal masa pengabdian sang pengusaha muda tersebut di partai berlambang burung garuda itu. (gir/ded)