"Yang akan dibahas tentu masalah hubungan antar-negara Asia Tenggara, Asean, masalah pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), climate change juga akan dibahas," kata JK sebelum bertolak ke Malaysia, Jakarta, Senin (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk pasar tenaga kerja, JK meyakini Indonesia tidak akan hanya menjadi pasar tenaga kerja asing mengingat taraf kehidupan yang lebih rendah di Nusantara. Justri dia optimistis SDM Indonesia yang bakal membanjiri negara-negara tetangga, seperti Malaysia atau Singapura, karena menjanjikan taraf kehidupan yang lebih tinggi.
"Thailand, Kamboja tak akan menjadi prioritas tenaga kerja kita karena perbedaan ejaan dan bahasa," tuturnya.
"Seorang pengusaha atau pebisnis itu biasanya mampu mengajarkan seseorang jiwa kepemimpinan, tanggung jawab yang kemudian menjadi faktor keunggulan dalam berkompetisi," tuturnya.
Sebagai informasi, posisi Indonesia dalam peta perdagangan kawasan Asean relatif kurang menguntungkan. Satatistik Neraca Perdagangan menunjukan, Indonesia hanya unggul atau mengalami surplus dagang dari Kamboja, Filipina, dan Myanmar. Dengan enam mitra dagang lain di Asean, Indonesia kalah telak dengan mencatatkan defisit neraca perdagangan yang cukup lebar.
(Baca juga: Neraca Dagang Indonesia, Kalah Telak di Asean) (ags/gen)