Produksi kuartal pertama ini mencapai 84.220 ounce atau ekivalen dengan produksi emas selama satu tahun sebesar 337.000 ounce. Sedangkan produksi perak mencapai 651.218 ounce, ekivalen dengan produksi perak setahun sebesar 2,6 juta ounce.
“Pencapaian Kuartal I-2015 merupakan hasil produksi tertinggi sejak Tambang Emas Martabe berproduksi secara komersial pada 2013,” demikian keterangan perusahaan itu, Rabu (29/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada Januari 2015 ditetapkan target produksi untuk tahun berjalan sebesar 250.000 ounce emas dan 2,2 juta ounce perak serta AISC di antara US$ 750–850 per ounce dijual.
Penjualan emas pada kuartal ini mencapai 87.346 ounce dan perak 719.211 ounce. Pendapatan dari hasil penjualan emas dan perak sebesar US$ 118 juta, dengan harga jual emas rata-rata US$ 1.218 per ounce dan harga jual perak rata-rata US$ 16,5 per ounce.
Adapun dana eksplorasi diperkirakan mencapai US$ 16 juta. Sementara modal kerja perusahaan tahun 2015 diperhitungkan sebesar USD 57 juta. Ini termasuk biaya akuisisi lahan, peninggian TSF, dan sebagian instalasi fasilitas crushing sehingga pabrik dapat beraktivitas maksimal 5 juta ton bijih per tahun.
Modal kerja di luar biaya eksplorasi regional yang telah digunakan selama kuartal 2015 sebesar US$ 10 juta, termasuk biaya pembangunan fasilitas penampungan tailing.
Per 31 Desember 2014, Tambang Emas Martabe yang berlokasi di Kecamatan Batang Toru, Sumatera Utara, seluas 1.639 kilometer persegi, memiliki sumber daya 7,4 juta ounce emas dan 70 juta ounce perak. Jumlah cadangan 2,68 juta ounce emas dan 27,2 juta ounce perak. (ded/ded)