"Sekarang sudah berjalan satu bulan. Mungkin akhir Mei nanti angka (revisi) akan ketahuan," ujar Benny Lubiantara, Kepala Divisi Pengendalian Program dan Anggaran SKK Migas di Jakarta, Rabu (29/4).
Dalam pembahasan Work Program and Budgeting (WP&B) 2015, Benny mengungkapkan mayoritas KKKS mengusulkan penurunan biaya sekitar 20 persen sampai 30 persen. Dalam usulan revisi tersebut, disinggung pula kegiatan pengembangan sumur-sumur minyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, dalam WP&B 2015 ditetapkan total belanja mencapai US$ 22,2 miliar. Untuk belanja eksplorasi dianggarkan sebesar US$ 1,3 miliar, yakni untuk mengebor 54 sumur, kegiatan seismik dua dimensi seluas 947,2 km dan seismik tiga dimensi seluas 2.300 km2. Sementara sisanya dialokasikan untuk belanja pengembangan 783 sumur sebesar US$ 4,7 miliar, pengeluaran produksi US$ 14,8 miliar, serta biaya umum US$ 1,5 miliar.
"Angka revisi yang paling diajukan satu diantaranya oleh PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina EP yang sampai menunda pengembangan 100 sumur migas tahun ini," tutur Benny. (ags/gen)