"Kalau Super Shell naik jadi Rp 8.950 per liter, Pertamax juga akan naik. Harganya di bawah itu lah," ujar Ahmad Bambang, Direktur Pemasaran Pertamina di Jakarta, Rabu (29/4).
Selain kenaikan harga minyak dunia dan MoPS (mean of platt singapore), tutur Bambang persaingan usaha juga menjadikan pertimbangan Pertamina menaikan harga jual Pertamax. Persaingan usaha yang dimaksud adalah dengan badan usaha penyalur BBM lain yang juga memasarkan bahan bakar kadar RON 92 ke atas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya kami tidak akan menaikan harga tinggi-tinggi. Sekitar Rp 100 per liter sampai Rp 200 per liter. Kan perbedaannya dengan Shell (Super) sekarang itu Rp 350 per liter," tuturnya.
"Lagi dikaji. Lihat trennya, harusnya nggak ada kenaikan. Karena rupiahnya sedikit mmbaik, harga bbm dunia tidak terlalu besar naik turunnya. Insya Allah nggak ada kenaikan di bulan Mei ini," ujar Sudirman.
Sebelumnya, pada Selasa (28/4), Shell Indonesia telah menaikkan harga produk BBM-nya, meliputi:
Di Jabodetabek:
- Shell Super naik dari Rp 8.700 per liter jadi Rp 8.950 per liter
- V-Power naik dari Rp 9.900 per liter jadi Rp 10.150 per liter
- Diesel naik dari Rp 11.300 per liter jadi Rp 11.550 per liter
Di Bandung:
- Shell Super Rp 9.050 per liter
- V-Power Rp 10.250 per liter
- Diesel Rp 11.650 per liter