"Penyebab utama inflasi ada tujuh, pertama itu (kenaikan harga) bensin, yang merupakan administered price, menyumbang 0,22 persen dengan kenaikan harga 5,68 persen," jelas Kepala Suryamin di kantornya, Senin (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keempat adalah kelompok bahan bakar rumah tangga, yakni elpiji 12 kilogram yang naik harganya Rp 8 ribu per tabung atau 1,88 persen per 1 April 2015. Kelompok ini memberi andil 0,03 persen terhadap inflasi April.
Selanjutnya atau kelima, adalah tarif kereta api, yang berkontribusi 0,03 persen terhadap inflasi April. Tarif kereta api jarak sedang dan jauh serta KRL Jabodetabek mengalami perubahan harga rata-rata 20,94 persen pada April. Setidaknya 21 kota merasakan dampak perubahan tarif moda transportasi ini.
Kemudian gula pasir, yang harganya naik 3,02 persen, dengan andil 0,02 persen terhadap inflasi bulan lalu, kenaikan harga tersebut terjadi di 72 kota. Terakhir angkutan udara, yang tarifnya naik 2,98 persen dengan andil 0,02 persen. Meningkatnya permintaan memicu inflasi kelompok ini di 32 kota.
"Tapi ada juga yang menghambat, yakni harga beras dan ikan segar karena melimpahnya pasokan," jelas Suryamin.
BPS melaporkan terjadinya inflasi pada bulan lalu sebesar 0,36 persen menyusul naiknya ongkos transportasi. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, inflasi April 2015 tercatat sebesar 6,79 persen, sedangkan secara kumulatif Januari-April terjadi deflasi 0,08 persen. (gir/gir)